Selasa, 28 Mei 2013

Keracunan Asbes


BAB I :PENDAHULUAN

1.1.1        Latar belakang
Asbes merupakan serat inorganik yang digunakan sebagai bahan campuran dalam beberapa macam industri dewasa ini, serat inorganik ini terdiri dari bermacam-macam mineral yang dapat dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Serat asbes yang berupa debu asbes adalah partikel-partikel asbes yang beterbangan/ bertebaran di udara atau partikel-partikel asbes terendap yang dapat terhambur ke udara sebagai debu di lingkungan kerja. Serat asbes dapat terhirup apabila partikel asbes berdiameter kurang dari 3 µm dan yang panjangnya sekurang-kurangnya tiga kali panjang diameternya.Berdasarkan komposisi dan bentuk serat mineral silika maka asbes dapat digolongkan menjadi kelompok serpentine dan amphibole dari mineral-mineral pembentuk batuan. Kelompok serpentine; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, kelompok amphibole; yaitu mineral krosidolit (asbes biru), antofilit, amosit (asbes coklat, cummingtonite, grunnerite), aktinolit, krisotil (asbes putih) dan tremolit atau campuran yang sekurang-kurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut. Sifat-sifat fisik dan kimia asbes yaitu tahan terhadap api, penghantar panas rendah, pakaian tahan arus listrik, mikroorganisme, suhu tinggi dan kimia yang kuat.

1.1.2        Rumusan masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan asbes ?
b.      Sebutkan klasifikasi asbes ?
c.       Apa kegunaan asbes ?
d.      Penyakit apa yang ditimbulkan akibat paparan asbes ?
e.       Bagaimana cara pencegahan akibat paparan asbes ?

1.1.3        Tujuan
Tujuan penyampaian makalah ini adalah
a)      Mengetahui pengertian asbes
b)      Menjelaskan macam bentuk asbes berdasarkan fungsinya
c)      Mengetahui kegunaan asbes
d)     Mengetahui penyakit yang ditimbulkannya dan bagaimana pencegahannya





BAB II : TINJUAN PUSTAKA

2.1.1 Pengertian asbes :
Asbes adalah istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dapat dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit.Walaupun sudah jelas mineral asbes terdiri dari silikat-silikat kompleks, tetapi dalam menulis komposisi mineral asbes terdapat perbedaan. Semula dianggap bahwa silikatnya terdiri dari molekul Si11O12. Akan tetapi berdasarkan hasil penyelidikan sinar-X, sebenarnya silikat-silikat itu terdiri dari molekul-molekul Si4O11. Yang banyak digunakan dalam industri adalah asbes jenis krisotil.Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus.
2.1.2 Tata nama asbes`:
Nama asbes berasal dari zaman kuno dari kata Yunani yang berarti takterpadamkan dalam referensi kepada penolakan terhadap api dan panas. For many centuries, small cloths woven from asbestos were a luxury item, for handling of hot items in kitchens and foundries. Selama berabad-abad, tenun kain kecil dari asbes adalah sebuah barang mewah, untuk penanganan barang panas di dapur dan peleburan.
2.1.3 Sumber asbes`:
Most of the asbestos consumed annually is chrysotile asbestos. Asbestos is no longer mined in the United States. Sebagian besar dikonsumsi setiap tahunnya adalah asbes chrysotil asbes. Asbes tidak lagi ditambang di Amerika Serikat. Imports from Canada account for most of the US consumption. Impor dari Kanada rekening untuk sebagian besar konsumsi AS. Russia, Canada, China, and Kazakhstan are major producers of asbestos, with lesser production from a dozen other countries. Rusia, Kanada, Cina, dan Kazakhstan adalah penghasil utama dari asbes, dengan produksi lebih rendah dari selusin negara lain.
The tonnage of asbestos used worldwide is in a slow decline, as, for health reasons, ma       countries have restricted or altogether banned the use of asbestos.Tonase asbes yang digunakan di seluruh dunia adalah penurunan yang lambat, seperti, untuk alasan kesehatan, banyak negara telah dibatasi atau sama sekali melarang penggunaan asbes. The decline is expected to continue. Penurunan diperkirakan akan terus berlanjut.
2.1.4  Kegunaan asbes :
Asbestos is used to make heat resistant products. Asbes yang digunakan untuk membuat produk tahan panas. Long asbestos fibers are preferred, and short fibers are worth only a fraction of the price. The former uses of asbestos in building construction (fireproof ceiling panels in schools, for example) have largely disappeared, although asbestos is still used in making asbestos-cement products, automobile and truck brakes, roof castings, and applications where the fibers are encased in other materials and are unlikely to become free-floating. Panjang serat asbes lebih disukai, dan serat pendek senilai hanya sebagian kecil dari harga. Mantan menggunakan asbes di konstruksi bangunan (tahan api panel langit-langit di sekolah-sekolah, misalnya) sebagian besar telah lenyap, asbes meskipun masih digunakan dalam pembuatan asbes-semen produk, mobil dan truk rem, coran atap, dan aplikasi mana serat terbungkus dalam bahan-bahan lainnya dan tidak mungkin untuk menjadi mengambang bebas
Roofing products containing asbestos (asphalt coatings) account for more than half of US consumpProduk atap yang mengandung asbes (pelapisan aspal) dengan kontribusi lebih dari setengah konsumsi AS. Friction products such as brake pads, and gaskets account for about another 20%. Gesekan produk seperti bantalan rem, dan rekening gasket sekitar lain 20%. Asbestos is also used for some specialized concrete products. Asbes juga digunakan untuk beberapa produk beton khusus.Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus.
2.2.1.5 Klasifikasi asbes :
Pembagian atas dasar dapat atau tidaknya serat asbes dipintal ialah :
1. Serat asbes yang dipintal, digunakan untuk :
  • Kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain
  • Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyambung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik.

2. Serabut yang tidak dapat dipintal terdiri atas:
  •   Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik
  • Asbes untuk atap;
  •   Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik; Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur;Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur
 


Selain itu asbes juga dibedakan menjadi beberapa  antara lain :
a. Chrysotil asbes, fibrosa berbagai mineral berkelok-kelok, adalah yang paling penting jenis asbes.

2.1.6 Penyakit akibat pemaparan asbes :
Beberapa penyakit yang timbul akibat asbes antara
lain:
a)      Asbestosis: merupakan penyakit yang ditimbulkan karena menghirup debu asbes dalam konsentrasi cukup tinggi. Ditandai dengan batuk akut dan nyeri didada. Pada asbestosis lanjut bisa meningkat menjadi kanker
  •   Penyebab asbetosis :
Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.
  • Gejala asbestosis :
Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.Gejala pertama adalah sesak napas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak napas yang berat dan mengalami kegagalan pernapasan.Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal
  • Diagnosa :
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan berikut:Rontgen dada ,Tes fungsi paru-paru ,CT scan paru.
  •  Penyembuhan :
Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker
  •   Pencegahan :
Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-masing.

2.1.7        Penanganan Material asbes
Ø  Mengidentifikasi bahan yang mengandung asbes dan memperhitungkan resiko yang bisa terjadi.
Ø  Jauhkan anak-anak dari daerah tersebut
Ø  Menggunakan perlengkapan yang diperlukan seperti masker,kacamata,sarung tangan dan pakaian pengganti
Ø  Menyirami material tersebut untuk mengurangi debu
Ø  Meminimalkan orang yang kontak dengan material tersebut(asbes)
Ø  Dimasukkan dalam wadah yang tertutup rapat

2.1.8        Cara Untuk Perlakukan Asbes Keracunan
1. Do Not Disturb 1. Do Not Disturb
Asbestos fibers cause the most damage when they are inhaled, because they don't break down easily and can stay in the lungs for a long time. Serat asbes yang paling menyebabkan kerusakan ketika mereka dihirup, karena mereka tidak memecah dengan mudah dan dapat tinggal di paru-paru untuk waktu yang lama. If you have asbestos in your home or workplace, don't disturb it or try to move it yourself. Jika Anda memiliki asbes di rumah atau tempat kerja, jangan mengganggu atau mencoba untuk bergerak sendiri. Call an asbestos contractor and have him remove it safely. Memanggil kontraktor asbes dan minta dia menghapus dengan aman. If you try to move it yourself, you are increasing your risk of asbestos poisoning. Jika Anda mencoba untuk bergerak sendiri, Anda akan meningkatkan risiko keracunan asbes.
2. Watch for Symptoms Over Time 2. Perhatikan Gejala Selama Waktu
Asbestos often takes years before causing any serious health problems. 
 Asbes sering memakan waktu bertahun-tahun sebelum menyebabkan masalah kesehatan serius. Symptoms mostly develop in the lungs, where the asbestos gathers. Gejala kebanyakan berkembang di paru-paru, di mana mengumpulkan asbes. It doesn't break down over time, so the longer it's there, the more it builds up and the greater damage it causes. Tidak rusak seiring waktu, sehingga semakin lama itu ada di sana, semakin menumpuk dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Victims will start to have trouble breathing, their chest will feel tight and restricted, their neck and face may swell, and they may experience a drastic loss in weight. Korban akan mulai mengalami kesulitan bernapas, dada mereka akan merasa tegang dan terbatas, leher dan wajah mereka mungkin membengkak, dan mereka mungkin akan mengalami kehilangan berat badan drastis. They will slowly get worse and in later stages, they can develop serious breathing conditions like asbestosis and lung cancer . Mereka akan perlahan-lahan memburuk dan pada tahap-tahap selanjutnya, mereka dapat mengembangkan kondisi pernapasan serius seperti Asbestosis dan kanker paru-paru. If you think you have asbestos poisoning, call a doctor and ask her to perform a lung biopsy, which can confirm the presence of asbestos in your lungs. Jika Anda pikir Anda memiliki keracunan asbes, memanggil dokter dan memintanya untuk melakukan biopsi paru-paru, yang dapat mengkonfirmasi kehadiran asbes dalam paru-paru.


3. Treat the Symptoms 3. Perlakukan Gejala
            Tidak ada penangkal atau obat untuk keracunan asbes, dan menyebabkan kerusakan biasanya permanen. Prevention is the best way to treat it, but if you're suffering from asbestos poisoning, it's best to have a doctor treat the symptoms. Pencegahan adalah cara terbaik untuk mengobatinya, tapi jika Anda menderita dari keracunan asbes, yang terbaik untuk memiliki dokter mengobati gejala. The standard method is chest percussion and postural drainage. Metode standar perkusi dada dan postural drainase. The doctor places you in various positions to allow different lobes of your lung to drain and then pounds on your chest in order to loosen the asbestos that may be lodged there. Dokter menempatkan Anda dalam berbagai posisi untuk memungkinkan berbagai lobus dari paru-paru Anda untuk keringkan dan kemudian pound pada dada Anda untuk mengendurkan asbes yang dapat bermalam di situ. It is time-consuming and uncomfortable, but it can succeed in getting rid of the asbestos and letting you breathe more easily. Hal ini memakan waktu dan tidak nyaman, tetapi bisa berhasil menyingkirkan asbes dan membiarkan Anda bernapas lebih mudah. Your doctor may have other therapeutic options for treating asbestos poisoning as well. Dokter Anda mungkin memiliki pilihan terapi lain untuk mengobati keracunan asbes juga.
4. Check Your Environment for Asbestos 4. Cek Lingkungan untuk Asbes
The best thing to do is have your home and workplace tested for asbestos before any health problems appear. Terbaik yang harus dilakukan adalah memiliki rumah dan tempat kerja anda diuji untuk asbes sebelum masalah kesehatan muncul. Older buildings in particular should be checked--anything built before 1960 may contain this material--and you should check for asbestos if you plan to do any significant redecorating. Bangunan tua khususnya harus diperiksa - sesuatu yang dibangun sebelum 1960 mungkin mengandung bahan ini - dan Anda harus memeriksa asbes jika Anda berencana untuk melakukan

redecorating signifikan. Asbestos was originally used as insulation and can most likely be found in walls and attics and in heating ducts and pipes. Asbes ini awalnya digunakan sebagai isolasi dan kemungkinan besar dapat ditemukan di dinding dan loteng dan dalam saluran pemanas dan pipa. You should contact an asbestos contractor to look for asbestos in your home, though plumbers, electricians and health inspectors often know what to look for as well. Anda harus menghubungi asbes kontraktor untuk mencari asbes di rumah Anda, walaupun tukang pipa, listrik dan inspektur kesehatan sering tahu apa yang harus dicari juga.


Tidak ada komentar: